Aqidah dan AkhlakOleh - Oleh Ngaji

Kisah Seorang Berpenyakit Kusta, Botak, dan Buta

Oleh: Layyin Qorina Annisa dan Ropiah

 

 

Nun Media – Di dalam sebuah hadits di dalam Kitab Shohih Bukhori bahwa Imam Abi Hurairoh pernah bercerita bahwa beliau pernah mendengar Nabi Muhammad SAW pernah bercerita. Dahulu  ada 3 orang dari Bani Israil yang masing-masing dari mereka menderita penyakit kusta (penyakit kulit), penyakit botak dan buta. Allah ingin menguji mereka bertiga. Oleh karena itu, Allah mengutus malaikat untuk menemui 3 orang tersebut.

Pertama, malaikat mendatangi orang yang terkena penyakit kusta.

Malaikat bertanya pada si penderita kusta, “Apa yang paling engkau sukai?”.

Si penderita kusta menjawab, “Aku ingin warna kulit yang bagus dan kulit yang bagus. Karena dengan penyakit saya ini banyak orang yang menjauhi saya,”.

Lalu, malaikat mengusap kulit si penderita kusta dan hilanglah penyakitnya seta warna kulit dan kulitnya berubah menjadi bagus.

Malaikat bertanya lagi, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Si Penderita Kusta menjawab “Unta” (Dikatakan di riwayat lain bahwa jawabannya adalah sapi)

Seketika itu Allah memberikannya berpuluh-puluh unta.

Malaikat berkata, “Semoga Allah memberkahimu atas unta ini.”

 

Kemudian setelah itu, malaikat mendatangi orang yang botak.

Malaikat bertanya pada si  botak, “Apa yang paling engkau sukai?”.

Si  botak menjawab, “Aku ingin rambut yang bagus. Karena dengan penyakit ini banyak orang yang  telah menjauhi saya,”

Lalu, malaikat mengusap kepala si botak dan tumbuhlah rambut yang bagus padanya.

Malaikat bertanya lagi, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Si botak menjawab “Sapi.”

Seketika itu, Allah memberikannya seekor sapi yang sedang hamil.

Dan malaikat berkata, “Semoga Allah memberkahimu atas sapi ini”

 

Terakhir, malaikat mendatangi orang yang buta.

Malaikat bertanya kepada si  buta, “Apa yang paling engkau sukai?”

Si  buta menjawab, “Semoga Allah mengembalikan penglihatan saya sehingga saya dapat melihat orang-orang.”

Lalu, malaikat mengusap wajah si buta dan jadilah ia dapat melihat.

Malaikat bertanya lagi, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Si botak menjawab “Kambing”

Seketika itu Allah memberikannya Kambing yang sedang hamil. Waktu berlalu cukup lama, ketiga hewan yang diberikan kepada 3 orang dari Bani Israil ini lambat laun berkembang biak hingga masing-masing dari mereka mempunyai ladang sendiri untuk mengurus hewan ternak mereka. Disinilah Allah memberikan cobaan kembali dengan mengutus malaikat untuk mendatangi mereka dengan rupa yang berbeda-beda, sesuai dengan rupa 3 orang sebelum menjadi sekarang.

Malaikat yang mendatangi Si penderita kusta menyamar menjadi seorang laki-laki yang miskin dan menderita penyakit Kusta.

Kemudian malaikat itu berkata kepada orang yang dulunya berpenyakit kusta, “Aku seorang lelaki miskin yang kehabisan bekal di jalan dan tidak dapat pulang kecuali jika diberikan pertolongan Allah yang telah menyembuhkan penyakitmu dengan memberikanmu kulit yang bagus dan unta. Bisakah aku meminta sedikit uang kepadamu agar dapat meneruskan perjalanan pulang?”

Lalu, dia menjawab, “maaf tanggunganku banyak yang belum terpenuhi.”

Malaikat langsung membalas,”Aku mengenalmu,”

“Aku tidak mengenalmu, lagipula aku kaya karena harta warisan dan ini harta turun temurun!”, katanya sombong.

“Saya mengenalmu. Bukankah kamu sebelumnya adalah seorang yang memiliki kusta, yang mana kamu telah dijauhi banyak orang. Dan kamu itu dulu adalah seorang yang fakir, lalu Allah memberikanmu kekayaan.” Kata malaikat.

“Tidak, saya mendapatkan kekayaan ini dari warisan.” Bantah orang tersebut.

“kamu berbohong, semoga Allah mengembalikan keadaanmu seperti dulu kala.”

 

Selanjutnya, malaikat mendatangi orang yang dulunya botak. Malaikat menyamar menjadi seseorang yang bentuk dan tingkahnya sama dengan si botak tersebut. Malaikat berkata kepada si botak ini dengan perkataan yang sama Ketika malaikat mendatangi si kusta. Jawabannya sama dengan si kusta.

Malaikat berkata, “Kamu berbohong, semoga Allah mengembalikan keadaanmu seperti dulu kala”

 

Dan yang terakhir malaikat mendatangi orang yang dulunya buta, dan menyamar seperti orang buta tersebut.

Malaikat berkata, “Saya adalah seorang laki-laki yang miskin. Dan saya sedang dalam perjalanan, tapi bekal saya telah habis. Maka saya tidak akan bisa sampai ke tempat tujuan saya kecuali sebab Allah yang melalui perantara kamu.”

Orang itu menjawab, “Dulu saya adalah seorang yang buta tapi Allah telah mengembalikan penglihatan saya. Dan dulu saya adalah seorang yang miskin, tapi Allah telah meberikan kekayaan kepadaku. Maka, ambilah apa yang kamu inginkan.”

Malaikat itu berkata, “Demi Allah saya tidak akan mengambil apapun dari kamu”

Orang itu terus berkata, “Ambilah karena Allah”

Malaikat itu berkata, “jagalah apa yang Allah berikan kepadamu. Kamu hanya sedang dicoba. Maka Allah ridho padamu, dan Allah murka kepada kedua temanmu (si kusta dan si buta).”

 

Demikianlah, cerita 3 orang yang berpenyakit. Pesan dari Abuya Taqiyyudin dari hadits ini adalah janganlah menghina orang yang meminta-minta. Bisa jadi orang tersebut adalah malaikat yang diutus Allah. Dan janganlah menjadi orang yang pelit. Rezeki yang kita berikan kepada orang lain pada hakikatnya rezeki itu tidak akan hilang.

nuhaonosogrem

super admin