ArtikelFiqihOleh - Oleh Ngaji

Bagaimana Tata Cara Sholat khauf?

Khauf dalam bahasa Arab bermakna takut. Shalat khauf artinya adalah sholat yang dilakukan ketika dalam keadaan takut, atau dalam hal ini adalah ketika dalam peperangan.

Sholat khauf pertama kali disyariatkan melalui  malaikat Jibril yang turun di tengah  peperangan Dzatur Riqa’. Peperangan ini terjadi pada tahun ke-4 Hijriyah, ketika laskar muslim yang dipimpin langsung oleh Rasulullah melawan Bani Muharib, Bani Tsa’labah, dan Bani Ghatafan di daerah dekat Najd. Dalam peperangan ini pula pertama kali disyariatkannya sholat Qashar dan Tayammum.

Sebelum menjelaskan tata cara sholat khauf, perlu diketahui terlebih dahulu sebenarnya apa sih tujuan kita memahami sholat khauf ini? Padahal, di zaman sekarang sudah tidak ada lagi perang-perangan seperti pada zaman Rasulullah SAW.

Ini dia… tujuan dari memahami sholat khauf adalah supaya kita bisa memahami pentingnya sholat berjama’ah.  Karena dalam masa gentingnya peperangan pun, bahkan, Rasulullah SAW beserta para sahabat masih tetap melaksanakan sholat berjama’ah.

Adapun tata cara sholat khauf itu banyak. Hal ini dikarenakan kondisi tiap peperangan berbeda-beda sehingga tata caranya disesuaikan dengan kondisi peperangan saat itu. Selain itu, sholat juga dianggap musuh sebagai waktu lengah kaum muslimin. Mereka selalu mencari kesempatan untuk menyerang barisan kaum muslimin ketika sedang sholat. Sehingga, tata cara sholat harus berbeda agar musuh tidak hafal dengan bagaimana gerakan-gerakan orang muslim yang sedang sholat ketika dalam peperangan.

Berikut salah satu diantara beberapa tata cara pelaksanaan sholat khauf yang dirangkum dari keterangan yang disampaikan oleh Al Habib Hussein bin Agil ketika menjelaskan tafsir QS. An-Nisa’ ayat 102. Tata cara sholat khauf ini lah yang digunakan Rasulullah dan para sahabat dalam peperangan Dzatur Riqa’.

  1. Sholat diqoshor menjadi 2 rokaat.
  2. Rokaat pertama Rasulullah sholat bersama rombongan yang pertama kali melaksanakan sholat.
  3. Setelah rombongan pertama tersebut mendapatkan satu rokaat sholat bersama Rasulullah SAW, mereka berniat mufarroqoh (memisahkan diri) untuk menyelesaikan 1 rokaat sisanya dengan sendiri. Sedangkan Rasulullah SAW tetap berdiri.
  4. Setelah rombongan pertama telah menyelesaikan sholatnya, mereka langsung bersiap siaga kembali untuk menghadapi musuh. Sedangkan, rombongan kedua bersegera untuk sholat bersama Rasulullah SAW yang sholatnya kurang 1 rokaat lagi.
  5. Rombongan kedua sholat bersama Rasulullah SAW dalam rokaat terakhirnya. Namun, Rasulullah SAW tidak langsung salam ketika telah menyelesaikan 1 rokaatnya.
  6. Rombongan kedua melanjutkan untuk menambah 1 rokaat sisanya, sedang Rasulullah SAW menunggu di dalam duduk tasyahud akhirnya.
  7. Ketika rombongan telah menyempurnakan rokaatnya maka Rasulullah SAW salam yang diikuti dengan rombongan yang kedua.
  8. Pelaksanaan sholat tersebut dilakukan ketika musuh tidak berada di arah kiblat.

Jadi, rombongan pertama mendapatkan takbir bersama Rasulullah SAW, sedangkan rombongan yang kedua mendapati salam bersama beliau.

Mengapa pelaksanaan jama’ahnya dilakukan seperti itu? Karena jika tidak dibagi seperti itu, maka banyak sahabat yang lebih memilih sholat bersama Rasulullah SAW. Sedangkan kondisi saat itu sedang dalam peperangan, yang tidak memungkinkan semua laskar muslim berjama’ah bersama-sama.

Demikianlah penjelasan mengenai tata cara sholat khauf, semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya dengan tetap istiqomah menjalankan sholat berjamaah. Aamiin..

 

Penulis: Ropiah

Editor: Rofiatul Mukarromah