Sastra

Madah Cinta

Bagaimana tidak?

Dari kesibukan memulung sampah, menyusuri setiap rute pada denah tanpa kenal lelah

Sampai pada serah pasrahku di rebah sajadah

Tak lebih sekedar jasad tak ber-arwah

Tak sepadan meski dengan lantunan merdu Ibnu Rabbah

Dimana setiap kharokah sudah terseduh di cawan cinta penuh madah

 

Oleh : Nawas Sawan