Madah Cinta
Bagaimana tidak?
Dari kesibukan memulung sampah, menyusuri setiap rute pada denah tanpa kenal lelah
Sampai pada serah pasrahku di rebah sajadah
Tak lebih sekedar jasad tak ber-arwah
Tak sepadan meski dengan lantunan merdu Ibnu Rabbah
Dimana setiap kharokah sudah terseduh di cawan cinta penuh madah
Oleh : Nawas Sawan
